Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni-U Cinta

Awalnya kita hanya teman biasa

Tak kusangka ada rasa

Sebuah rasa yang berbeda

Tumbuh di antara kita

 

Datang begitu saja

Pada waktu yang tak terduga

Hadirnya memberi warna

Pada hatiku yang sedang hampa

 

Cinta berjuta rasanya

Bermacam warnanya

Bagai pelangi yang indah dipandang mata

 

Merah, marahmu

Jingga, semangatmu

Kuning, ceriamu

Hijau, segarmu

Biru, tenangmu

Nila, bahagiamu

Ungu, sendumu

Aku suka semua warnamu

 

Kuharap pelangi ini selalu ada

Hingga usia kita mencapai senja

 

(mandapanda)

Tembalang, Semarang

09 Maret 2016

19.16 WIB

Advertisements

Tubuh Tanpa Jiwa

*

Diri ini bagai tubuh tanpa jiwa….

*

Terus menunggu

Apa yang akan datang ku tak tahu

Selalu menanti

Sesuatu yang tibanya tak pasti

*

Melangkahkan kaki

Tanpa tahu ke mana tujuan

Terasa cemas hati

Namun bingung apa yang diharapkan

*

Diri ini bagai tubuh tanpa jiwa….

*

Merasa kering

Tanpa tahu rasanya dahaga

Seperti terasing

Tapi tak pernah kenal bersama

*

Hatiku lelah

Meski tak lakukan apa-apa

Eksistensiku punah

Walau jasad masih ada

*

Beginikah rasanya tubuh tanpa jiwa?

Jika ya, lebih baik aku hilang selamanya….

*

*

(mandapanda)

Tembalang, Semarang

08 Maret 2016

17.26 WIB

[#30HariMenulisSuratCinta_2016 #11] (Bukan) Cerita Cinta (Kita)

Hello Mr. Penguin! Merindukan suratku? Sudah empat hari aku melewatkan tidak menulis surat padamu. Sejak surat terakhirku yang bernuansa sendu dan kelabu itu, aku butuh waktu untuk menata emosiku. Seperti yang kamu tahu sendiri, aku orang yang sangat terpengaruh oleh mood ketika menulis. Beberapa hari ini hujan hampir selalu turun pada siang hari, jadi kurasa aku harus menghindari menulis di siang hari, dan kembali pada jadwal menulis dini hari. Lagipula memang ide lebih banyak menghampiriku waktu dini hari, mungkin karena suasananya yang tenang sehingga aku lebih bisa berkonsentrasi.

Oh ya, akhir-akhir ini aku sedang suka menonton film tentang cinta anak remaja. Aku jadi ingat masa-masa kita puber semasa SMA, no, bukan kita, lebih tepatnya kamu, Rafa. Hihi. Kamu ingat tidak, aku selalu jadi perantara cinta buatmu. Bodohnya aku, mau saja kamu suruh berperan jadi cupid dalam cerita cintamu. Tapi, atas nama cinta dan persahabatan kita, aku rela deh melakukannya. Continue reading

[#30HariMenulisSuratCinta_2016 #6] Lemari Ingatan

Saat ini di tempatku sedang hujan, Rafa. Gerimis tipis. Lalu tetiba aku teringat belum menulis surat untukmu hari ini. Langsung saja kuambil kertas dan kutulis, sebelum aku terlanjur lupa. Pembicaraan kita kali ini mungkin akan didominasi oleh hujan. Entah kenapa aku ingin membahasnya. Tentang hujan, aku pernah baca, hujan memiliki resonansi yang dapat membangkitkan memori. Apakah kita punya kenangan tentang hujan, Rafa? Mengapa aku seperti tidak mengingatnya? Ah, mungkin hujan yang datang ke sini sedang tidak membawa memori kita berdua, entah ditinggalkan dimana olehnya.

Hujan ini memberiku perasaan aneh, Rafa. Membuatku merasa sendu. Entah ini benar disebabkan oleh hujan, atau kekesalanku akan ingatan tentang kita dan hujan yang sepertinya aku lupakan. Hujannya semakin deras, Rafa. Begitu juga dengan rasa kehilanganku akan sebuah kenangan. Benarkah ada? Jika kamu mengingatnya, kumohon beritahu aku, Rafa. Continue reading

[#30HariMenulisSuratCinta_2016 #5] Fairy Tale

Sore Rafa! Tahun ini aku ikut event menulis surat lagi, dan seperti tahun kemarin, aku mulai di hari kelima. Sebenarnya bukan karena sengaja ingin memulai di hari kelima sih, tapi aku memang terlambat. Hehehe. Stop, stop! Omelanmu disimpan dulu ya, biarkan aku melanjutkan suratku ini. Tahun ini pun surat-suratku masih akan aku tujukan untukmu, Rafa.

Rafa, masih ingat judul surat terakhirku di tahun kemarin? Ya, ya, aku tahu, tahun kemarin aku tidak menyelesaikan suratku sampai hari ke-30. Tapi tahun ini aku akan berusaha, okey. Jadi, tidak usah cemberut dan baca surat pertamaku ini sampai selesai. Kembali ke judul surat tadi, kamu ingat kan judul suratku yang seperti dongeng itu? “Kesatria Bergitar dan Putri Tidur”. Kamu juga pasti tahu kalau sejak dulu aku sangat suka dengan cerita-cerita dongeng, dan sampai saat ini pun masih. Continue reading